Menyambut dan Mengenal Metode Baca Al Quran Terbaru; Ilman Wa Ruuhan yang Diprakarsai oleh JSIT

Posted on

Oleh Ustadz Zulfikar Sayf Maula, S. Kom. I

Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi Metode Membaca Al Quran terbaru; Ilman Wa Ruuhan ke lembaga-lembaga pendidikan di bawah koordinasinya.

Banyak orang tidak mengetahui apa itu Metode Mambaca Al Quran terbaru Ilman Wa Ruuhan yang diprakarsai oleh JSIT, sehingga tidak sedikit kemudian orang bingung dan bertanya-tanya ,khususnya para guru.

Guru atau ustadz dan ustadzah pengampu mata pelajaran Tahsin dan Tahfidz selama ini tentu sudah memiliki metode membaca Al Quran sesuai ketentuan yang berlaku di masing-masing lembaga pendidikan tempatnya mengajar. Ada banyak buku disepakati dan diterapkan di sekolah-sekolah untuk mata pelajaran Tahsin dan Tahfidz, diantaranya Metode Umi, Iqra, dan Al Karim yang diterapkan pada sekolah-sekolah di bawah Konsorsium Yayasan Mulia dan lain sebagainya.

SMAIT Abu Bakar Yogyakarta merupakan salah satu sekolah di bawahnaungan Konsorsium Yayasan Mulia dan tergabung dalam JSIT. SMAIT Abu Bakar Yogyakarta sudah menggunakan Metode Al Karim untuk Mata Pelajaran Tahsin dan Tahfidz-nya. Tidak mudah memang menerapkan suatu buku untuk pembelajaran. Para guru atau ustadz dan ustazah harus mengikuti pelatihan Metode Al Karim yang mana membutuhkan waktu tidak sedikit. Pengajar baru perlu menyesuaikan dengan titik penekanan berbeda dengan lainnya. Soal nada misalnya, Metode Al Karim menggunakan Bayati. Untuk guru pengampu mata pelajaran Tahsin dan Tahfidz yang sebelumnya membaca dengan gaya lain, harus menyesuaikan. Alhamdulillah, banyak guru atau ustadz dan ustazah yang mengampu mata pelajaran Tahsin dan Tahfidz bisa menyesuaikan dengan baik walaupun ada juga sebagian belum menguasai Metode Al Karim sepenuhnya.

Dilansir penulis dari leman JSIT pada Jumat, 2 September 2022, kini sudah ada Metode Ilman Wa Ruuhan yang diluncurkan dengan tujuan meningkatkan kualitas keilmuan dan ruh bagi siswa, Ustadz serta Ustazah. Ketua JSIT Indonesia menyampaikan bahwa Metode Ilman Wa Ruuhan diharapkan bisa menjadi modal untuk membentuk kepribadian yang baik dan sesuai dengan profil pelajar Pancasila, apalagi saat ini sudah ada sekolah penggerak.

Pada kesempatan berbeda, Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf di Sekertariat JSIT menyampaikan bahwa metode membaca Al Quran ada banyak, salah satuya adalah metode Al Qoidah Al Baghdadi yang mendunia, namun tidak diketahui siapa penemu atau penulisnya. Metode Al Qoidah Al Baghdadi merupakan metode yang sedehana, namun mampu mengghasilkan banyak orang bisa berinteraksi dengan Al Quran, tidak pernah diributkan tentang ada tidaknya pelatihan, tetapi terus diajarkan. Menurut Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, sebenarnya yang terpenting bukanlah ingin dikenal sebagai pelatih atau pakar metode melainkan ahli Ruuhul Quran, bukan buruh/pekerja melainkan Khadimul Quran; pelayannya.

Allah SWT berfirman di dalam Al Quran yang berbunyi:

وكذالك أوحينا إليك روحا

Artinya: Begitulah kami wahyukan kepadamu ruh (Al Quran). QS Asy Syuraa : 52

Dalam surat Al An’am juz 8 disebutkan juga bahwa para guru atau ustadz dan ustazah merupakan pelayan Al Quran yang dipilih oleh Allah SWT. Takdir sebenarnya yang membawa sampai dapat mengajarkan mata pelajaran Tahsin dan Tahfidz.

Menjadi pelayan Al Quran adalah rezeki ‘min haittsu laa yahtasib’; tak diduga, bahkan ada yang sejak awal tidak pernah bercita-cita mengajar Kitabullah, namun akhirnya mengampunya. Maka ini adalah kuasa Allah SWT.

Perlu diketahui bahwa Metode Ilman Wa Ruuhan terdiri dari 4 jilid buku yang cukup tipis, sehingga memudahkan untuk Kegiatan Belajar Mengajar. Nadanya menggunakan Nahawan, titik tekan perbedaan ada pada adab dan ruh Al Quran. Misalnya ketika membaca atau menghafalkan surat Al Qariah; kandungannya berisi terkait hari kiamat, maka sudah seharusnya jiwa  pembaca menangis, ada kekhawatiran, bukan sebaliknya; tertawa, santai dan lain sebagainya.

Demikian sedikit ulasan terkait menyambut dan mengenal Metode Ilman Wa Ruuhan yang diprakardai oleh JSIT, mari kita terima saja dahulu, wallahu’alam bishowab.***

Sumber Gambar: freepik.com

Editor: Umi Rhodiyah, S.S

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.